<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>assalamualaikum</title>
	<atom:link href="http://asra07.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asra07.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Nov 2008 07:09:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asra07.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>assalamualaikum</title>
		<link>http://asra07.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asra07.wordpress.com/osd.xml" title="assalamualaikum" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asra07.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fenomena Hotspot</title>
		<link>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/fenomena-hotspot/</link>
		<comments>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/fenomena-hotspot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 07:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asra07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asra07.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara soal hotspot, terlebih dahulu kita harus paham apa hotspot itu? Karena masih banyak orang yang bertanya-tanya, bahkan sebagian mahasiswa ada yang belum paham soal hotspot yang kini sebenarnya sudah menjadi fenomena.Hotspot merupakan sebuah wilayah terbatas (coverage area) yang dilayani oleh satu atau sekumpulan access point. Access point adalah sebuah signal penghubung yang mengoneksikan point [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=15&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara soal hotspot, terlebih dahulu kita harus paham apa hotspot itu? Karena masih banyak orang yang bertanya-tanya, bahkan sebagian mahasiswa ada yang belum paham soal hotspot yang kini sebenarnya sudah menjadi fenomena.Hotspot merupakan sebuah wilayah terbatas (coverage area) yang dilayani oleh satu atau sekumpulan access point. Access point adalah sebuah signal penghubung yang mengoneksikan point satu dengan point lain. Umumnya access point digunakan tidak dimodifikasi antenanya sehingga kemampuannya memang dibatasi hanya untuk ruangan atau kawasan tertentu saja. Dan biasanya wilayah hotspot berada di tempat-te</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p style="text-align:justify;">mpat umum, seperti di bandara, kafe, mal, rumah sakit, stasiun KA maupun tempat-tempat pendidikan (Onno W. Purbo: 2006).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi secara sederhana, pengertian hotspot adalah zona yang memungkinkan seseorang bisa melakukan akses intenet secara nirkabel. Akses internet secara nikrabel (W-LAN) ini awalnya dikembangkan oleh para pionir akar rumput pada tahun 1985 ketika regulator telekomuniksi Amerika Serikat, FFC, mengizinkan beberapa spektrum frekuensi radio digunakan untuk membangun jaringan tanpa kabel. Sehingga lahirlah standar pertama yang dikenal dengan IEEE 802.11b dan disebut wireless fidelity (Wi-Fi). Layanan Wi-Fi (bagi orang awam dikenal sebagai layanan hotspot) ini menggunakan sinyal radio yang bergerak pada spektrum frekuensi 2,4 GHz.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, adanya titik hotspot atau layanan Wi-Fi access point di beberapa tempat umum tersebut akan memudahkan Anda untuk melakukan browsing internet. Artinya, dengan banyaknya hotspot zone di tempat-tempat umum Anda tak perlu lagi sibuk mencari warung internet terdekat yang sering kali lemot dan antri. Karena cukup hanya berada di kawasan yang terdapat wilayah hotspot, kemudian daftarkan diri untuk membeli voucher guna mendapatkan ID dan Password. Setelah itu Anda bebas menjelajahi situs-situs penting, cek dan kirim email serta download gambar sekalipun melalui</p>
<p style="text-align:justify;">notebook yang sudah supot Wi-Fi, Smartphone maupun PDA phone Anda. Seperti itulah gambaran prosesi untuk mendapatkan akses internet nirkabel yang penggunaannya harus bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan layanan yang bersifat gratis, biasanya kalau koneksi Wi-Fi notebook Anda sudah di-setting secara otomatis akan menangkap sinyal yang terdapat di daerah hotspot itu. Sementara di BSI, layanan Wi-Fi-nya hanya boleh digunakan mahasiswa secara gratis dengan syarat harus minta izin kepada admin guna mendapatkan ID dan password. Layanan gratis seperti ini banyak kita jumpai di lembaga-lembaga pemerintahan dan di sekolah tinggi maupun universitas dengan tujuan guna memberikan kemudahan fasilitas bagi public maupun mahasiswanya. Dengan kata lain, dengan dihadirkannya hotspot zone segala yang berhubungan dengan akademik akan lebih mudah dilakukan secara online, sehingga tidak ada alasan terlambat untuk pendaftaran ulang, mengecek kartu rencana studi (KRS untuk BSI), melihat jadual kuliah dan lainnya. Karena cukup dilakukan dari tuts notebook maupun keypad/stylus PDA phone.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, hadirnya wilayah hotspot yang sudah merambah di dunia pendidikan memudahkan Anda bisa mengakses internet untuk memperoleh data-data penting yang berhubungan dengan mata kuliah sebagai bahan referensi untuk pengembangan pengetahuan maupun tugas dari dosen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Soal Kecepatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kehadiran wilayah hotspot ini menjadi perhatian besar karena memang bisa memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi user. Salah satu manfaatnya dari segi kecepatan adalah proses pengiriman datanya cukup mengagumkan sampai mencapai kurang lebih 11 Mbps (pada 802.11b) atau sekitar 200 kali lebih cepat dari dial up modem dan 5 kali lebih cepat dari kecepatan telepon seluler 3G. (Meski pada kenyataannya saat Anda mencoba akses internet nirkabel, kecepatannya tidak seperti yang dijelaskan di atas. Karena memang banyak faktor yang bisa ikut memperlambat kinerja layanan Wi-Fi access point/hotspot tersebut. Jadi perlu dimaklumi).</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dengan penggunaan yang simpel serta memiliki kecepatan yang mengagumkan, teknologi nirkabel ini akan sangat ideal untuk keperluan Anda yang mobilitasnya tinggi. Sehingga di mana saja Anda butuh terhubung ke internet cukup datang ke tempat-tempat yang terdapat wilayah hotspot. Tak terkecuali buat mahasiswa yang sedang sibuk mengerjakan tugas kampus maupun tugas akhir (skripsi, tesis maupun desertasi) bisa dikerjakan di mana saja, baik di kafe maupun hotel sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun di sisi lain, kemudahan dan kecepatan tranportasi data yang diberikan oleh layanan akses Wi-Fi tersebut ternyata tidak lepas dari gangguan yang cukup mengancam. Karena para hacker bisa menyusup melalui layanan ini ke notebook, Smartphone maupun PDA phone Anda. Jadi ini penting diperhatikan oleh user agar lebih hati-hati ketika berselancar di dunia maya, sebab kita tidak tahu bahwa sebenarnya setiap saat ada yang mengintai jaringan Anda untuk mengacak data-data penting. Pengalaman buruk ini sudah terbukti melalui percobaan oleh para ahli IT pendahulu. Jadi Anda harus menyiapkan pengamanan diri setiap saat (seperti firewall) agar ketika akses internet terbebas dari penjahat-penjahat dunia maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari gangguan keamanan itu, era akses internet di mana-mana memang sudah di depan mata sejak ditemukannya akses internet berpita lebar nirkabel berbasis Wi-Fi, sentra-sentra akses alias hotspot yang kini bertebaran di berbagai tempat publik. Oleh karena itu, para mahasiswa harus memanfaatkan teknologi canggih berbasis internet ini guna mendukung belajar mengajarnya agar di kemudian hari setelah lulus tidak gagap teknologi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab ada kasus menarik sekaligus mengecewakan di kampus BSI ini. Dimana ketika Inspirasi terjun langsung ke kampus Depok sekitar dua bulan yang lalu dan mewawancarai seratus mahasiswa dari berbagai jurusan, ternyata hanya 0,3 persen mereka yang tahu hotspot, selebihnya tidak. Ini menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa kampus yang sudah menjalankan cyber campus sejak lama dan segala transaksi yang berhubungan dengan kademiknya telah menggunakan akses internet masih terjadi seperti ini? Apakah ini bukti ketidakberhasilan kaum akademika dalam mentransformasikan pengetahuan pada anak didiknya, kurang sosialisasi atau memang mahasiswanya sendiri yang tidak proaktif untuk banyak tahu tentang perkembangan teknologi? Padahal hampir semua kampus besar BSI sudah dilengkapi dengan Wi-Fi access point (hotspot zone). Oleh karenanya, mari pertanyaan di atas jawab bersama dengan cara sosialisasi yang baik, entah melalui organisasi-organisasi kampus, pihak senat akademika sendiri maupun lewat pamflet-pamflet</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asra07.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asra07.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=15&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/fenomena-hotspot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0af26a03617e6490a7d13d0180f80b5b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">asra07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sains Islami atau Pseudo-Sains?</title>
		<link>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/sains-islami-atau-pseudo-sains/</link>
		<comments>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/sains-islami-atau-pseudo-sains/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 06:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asra07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asra07.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kita boleh saja meyakini Islam sebagai agama yang pro-ilmu pengetahuan. Tapi, sikap itu tak perlu ditempuh dengan cara mencocok-cocokan atau mencari ayat mana yang sesuai dengan fakta ilmiah tertentu. Sikap yang benar adalah terbukanya nalar sehingga mau mempelajari ilmu pengetahuan darimanapun asalnya. Tidak perlu membeda-bedakan ilmu pengetahuan di bidang teknik maupun sosial. Selalu ada kecenderungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=9&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><b></b></p>
<p>Kita boleh saja meyakini Islam sebagai agama yang pro-ilmu pengetahuan.<br />
Tapi, sikap itu tak perlu ditempuh dengan cara <span>mencocok-cocokan atau</span><br />
mencari ayat mana yang sesuai dengan fakta ilmiah tertentu. Sikap yang<br />
benar adalah terbukanya nalar sehingga mau mempelajari ilmu pengetahuan<br />
darimanapun asalnya. Tidak perlu membeda-bedakan ilmu pengetahuan di bidang<br />
teknik maupun sosial. <img src="http://asra07.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="Selebihnya..."></p>
<p>Selalu ada kecenderungan unik dari pola pikir fundamentalisme agama. Para<br />
fundamentalis Islam misalnya, sangat giat mengampanyekan Islam yang<br />
syâmil-mutakâmil (mencakup segala sesuatu). Mereka juga senang merujukkan<br />
berbagai penemuan ilmiah mutakhir para ilmuwan Barat sebagai sesuatu yang<br />
sudah berpreseden dalam Islam. Kita kerap mendengar bidang-bidang keilmuan<br />
seperti astronomi, kimia, fisika, geografi dan sejarah, dikait-kaitkan<br />
dengan nama-nama ilmuwan Islam Abad pertengahan seperti al-Biruni,<br />
al-Kindi, Ibnu Khaldun, Ibnu Sina dan lainnya.</p>
<p>Perilaku ini ingin menegaskan satu hal: kemajuan ilmu pengetahuan Barat<br />
tergantung sepenuhnya atau kelanjutan saja dari era gemilang peradaban<br />
Islam. Dengan kata lain, peradaban Barat yang kini maju, berhutang besar<br />
pada Islam masa lampau. Benar, dulu Barat sempat berhutang besar pada<br />
Islam. Benar juga bahwa peradaban Islam pernah unggul di bidang ilmu<br />
pengetahuan berkat penemuan-penemuan para sarjana Muslim. Namun, kaum<br />
fundamentalis kurang menyadari bahwa kemajuan Barat saat ini bukanlah hasil<br />
jiplakan sekali jadi. Ia merupakan akumulasi dari proses penemuan dan<br />
pengembangan yang tiada henti.</p>
<p>Kecenderungan lain adalah: anggapan bahwa sains yang benar adalah yang<br />
bersumber dari Alquran, atau sekurang-kurangnya punya kesesuaian dengan<br />
Alquran. Ini adalah klaim penolakan terhadap sekularisasi ilmu pengetahuan.<br />
Dengan kata lain, sains yang dianggap benar adalah yang berakar dan tidak<br />
<span></span>bertentangan<span> dengan wahyu. Lalu, munculah buku-buku yang mengulas</span><br />
keterkaitan sains tertentu dengan Alquran ataupun Hadits. Buku-buku<br />
tersebut bercorak geneologis. Artinya, berusaha mencari akar pengetahuan<br />
itu sampai kepada penemu di lingkungan Islam.</p>
<p>Interaksi Peradaban<br />
Yang perlu dicatat, kemajuan peradaban Islam klasik tidaklah berdiri<br />
sendiri. Ia merupakan hasil interaksi yang dinamis dengan peradaban lain<br />
seperti Yunani, Mesir, Persia dan India. Tokoh-tokoh ilmuwan Islam masa itu<br />
sangat rajin berdialog dengan cara mempelajari peradaban lain. Kesan<br />
terbuka, toleran dan pluralis, amat menonjol dalam karakter ilmuwan Islam<br />
masa itu. Karakter tersebut jelas-jelas berseberangan dengan karakter kaum<br />
fundamentalis yang ingin memajukan Islam dengan jalan menutup diri dan<br />
bahkan berkonfrontasi.</p>
<p>Dalam literatur ilmuwan Islam masa silam, jarang sekali ditemukan<br />
tulisan-tulisan yang bernada menyerang atau membeda-bedakan diri dengan<br />
peradaban lain. Dalam ungkapan Hasan Hanafi, persoalan anâ (ego) dan<br />
al-âkhar (the other), bukanlah aspek pembedaan yang penting dalam ilmu<br />
pengetahuan. Yang paling menonjol justru semangat ekumenis dan persatuan.<br />
Orang-orang semacam al-Farabi dan Ibnu Sina selalu berupaya mendekatkan<br />
nabi-nabi besar dengan para filosof Yunani.</p>
<p>Keanehan lain pemikiran fundamentalis: mereka hanya memuji para ilmuwan<br />
Islam dari aspek penemuan ilmiahnya. Dalam segi agamanya, mereka justru<br />
<span></span>dijelek-jelekan<span>. Tuduhan-tuduhan sesat, heterodoks dan sinkretis, kerap</span><br />
kali dialamatkan pada para filosof dan ilmuwan Islam itu. Kontradiksi ini<br />
memang cukup aneh. Di satu sisi, mereka ingin sekali mengklaim kemajuan<br />
Barat berkat jasa Islam. Tapi, ketika tahu bahwa kemajuan Islam merupakan<br />
buah karya para filosof <span>liberal dan inklusif, mereka segera menarik klaim</span><br />
dan menyatakan bahwa para filosof itu sesat dan menyimpang dari ortodoksi<br />
Islam.</p>
<p>Lalu muncullah ide baru yang lebih dianggap valid untuk menjawab<br />
kontradiksi: Alquranlah yang sesungguhnya menjadi sumber kemajuan ilmu<br />
pengetahuan yang dikembangkan oleh ilmuwan Islam itu. Beragam argumen<br />
dikemukakan untuk meyakinkan bahwa Alquran telah mengajarkan astronomi,<br />
farmasi, geografi, fisika, dan lain sebagainya.</p>
<p>Para apolog-pseudo-sains-Islam ini (demikian saya menyebutnya), lalu<br />
berusaha menggali segala aspek Alqur<span>an yang menurut mereka mengandung</span><br />
unsur-unsur pengetahuan praktis dan teoritis. Mereka lupa bahwa logika<br />
iptek tidak berjalan sebagaimana yang mereka pikirkan. Logika iptek<br />
bukanlah deretan fakta yang ajeg dan berlaku sepanjang masa. Iptek hidup<br />
dan berkembang dari hasil akumulasi, revisi, kritik dan pembaharuan yang<br />
terus menerus.</p>
<p>Saya sependapat dengan Lutfie Assyaukanie dalam hal ini: amat bahaya<br />
memandang Alqur<span>an sebagai ensiklopedi ilmu pengetahuan. Sebab, tidak ada</span><br />
yang abadi dalam ilmu pengetahuan. Pada suatu masa, suatu teori mungkin<br />
dianggap valid dan sesuai, tapi di lain waktu ia dikritik atau diganti<br />
dengan teori yang dianggap lebih benar. Jika Alqur<span>an diperlakukan</span><br />
demikian, tak tertutup kemungkinan terjadinya benturan antara agamawan<br />
versus ilmuwan seperti yang terjadi di zaman renaissence.</p>
<p>Saya ngeri sekali membaca karya-karya Harun Yahya yang amat ambisius<br />
menampilkan gambaran Islam yang <span>serba ilmiah. Ayat-ayat Alquran</span><br />
<span></span>dicocok-cocokan<span> dengan fenomena-fenomena alam dan sejarah. Gambaran</span><br />
ilmiah tersebut bukanlah gambaran yang objektif sebagaimana dalam sains<br />
murni. Ada kepentingan ideologis di situ: ingin menunjukan bahwa ilmu<br />
pengetahuan sesuai dengan <span>kebenaran Islam atau sebaliknya. Yahya sangat</span><br />
menggebu-gebu saat menyerang Darwin tentang teori orang pertama yang<br />
dianggap bertentangan dengan Alquran.</p>
<p>Buku-buku sejenis Yahya ini, pada intinya sama-sama berangkat dari semangat<br />
apologi dan hampir punya pola yang sama. Pertama, fakta ilmmiah dicari<br />
rujukannya kepada sumber normatif Islam: Alqur<span>an dan Hadits. Kedua,</span><br />
menerapkan prosedur pemilahan fakta yang dianggap sesuai atau tidak dengan<br />
Alquran atau Hadits. Ketiga, fakta yang sesuai dijadikan justifikasi<br />
kebenaran Islam sebagai agama pro-pengetahuan. Keempat, yang tidak sesuai<br />
dianggap tidak benar kemudian dibuatkan bantahan-bantahannya.</p>
<p>Ilmiah dan Pseudo-Ilmiah<br />
Buku-buku tersebut sebenarnya tak layak disebut karya ilmiah, tapi<br />
pseudo-ilmiah atau pseudo-sains. Saya pernah membaca buku pseudo-ilmiah<br />
karangan ulama Arab Saudi yang amat menggelikan. Di situ dinyatakan: bumi<br />
adalah pusat tatasurya, bahkan pusat alam semesta. Premis buku tersebut<br />
berangkat dari ayat Alquran tentang perputaran benda-benda angkasa seperti<br />
bulan dan matahari. Ini jelas teori yang berbahaya karena melibatkan agama<br />
dalam spekulasi ilmiah.<br />
Kita boleh saja meyakini Islam sebagai agama yang pro-ilmu pengetahuan.<br />
Tapi, sikap itu tak perlu ditempuh dengan cara <span>mencocok-cocokan atau</span><br />
mencari ayat mana yang sesuai dengan fakta ilmiah tertentu. Sikap yang<br />
benar adalah terbukanya nalar sehingga mau mempelajari ilmu pengetahuan<br />
darimanapun asalnya. Tidak perlu membeda-bedakan ilmu pengetahuan di bidang<br />
teknik maupun sosial.</p>
<p>Saya pribadi berpihak pada pembedaan antara agama dan sains. Pembedaan<br />
tersebut justru perlu untuk mengokohkan sekularisasi dan penting buat<br />
agama. Sains hanya bicara fakta-fakta, baik yang bersifat sosial maupun<br />
alam. Di sini berlaku verifikasi ilmiah yang dapat membuktikan secara pasti<br />
mana yang benar dan mana yang salah. Tugas agama lain lagi. Ia tidak<br />
berkutat dengan fakta-fakta ilmiah. Agama seperti kata Ulil Abshar-Abdalla,<br />
berurusan dengan makna atau pemaknaan. Di sanalah peran agama yang tepat,<br />
yaitu memberikan makna dalam kehidupan seseorang.<br />
Karena itu, hendaknya kita tak terlalu ambisius mencari kesesuaian antara<br />
Alquran dengan fakta sains. Sebab, ketika ada clash antara sains dan agama,<br />
kita masih bisa mengikuti sains sambil tetap berpegang teguh pada ajaran<br />
agama. Agama yang benar tak bicara soal ketepatan ilmiah, melainkan<br />
ketepatan makna dalam menjalani kehidupan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asra07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asra07.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=9&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/sains-islami-atau-pseudo-sains/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0af26a03617e6490a7d13d0180f80b5b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">asra07</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asra07.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Selebihnya...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>biodata</title>
		<link>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/biodata/</link>
		<comments>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/biodata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 06:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asra07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asra07.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[nama : muhammad asra alamat : gunung pangilun asal : bukittinggi pekerjaan : mahasiswa / garin status : mencari bini thanks<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=6&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nama : muhammad asra</p>
<p>alamat : gunung pangilun</p>
<p>asal : bukittinggi</p>
<p>pekerjaan : mahasiswa / garin</p>
<p>status : mencari bini</p>
<p>thanks</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asra07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asra07.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=6&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/biodata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0af26a03617e6490a7d13d0180f80b5b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">asra07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/hello-world/</link>
		<comments>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 06:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asra07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=1&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asra07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asra07.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asra07.wordpress.com&amp;blog=5423959&amp;post=1&amp;subd=asra07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asra07.wordpress.com/2008/11/06/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0af26a03617e6490a7d13d0180f80b5b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">asra07</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
